Hello

Hi...
It's nice to "meet" you here.
Meet by my post as a blog writer and you all as a reader.
Hope you enjoy with my post, I know it's not really important maybe for some people or many people. But it's my blog, my life, and enjoy it. I just share some piece of my life here, or maybe share some information that I want to show on my blog.
Thank you..

Rabu, 23 Februari 2011

Bagaimana Membuat Hidrometer ?

Hidrometer adalah alat untuk menunjukkan kerapatan atau berat jenis air dibandingkan dengan larutan lain. Dengan bahan-bahan sederhana, kamu dapat membuatnya sendiri. Akan tetapi, kamu harus bersabar, karena diperlukan beberapa pengujian supaya alat yang kamu buat terapung dengan benar.

Alat dan Bahan :
  1. Sedotan
  2. Garam
  3. Gunting
  4. Segumpal kecil tanah liat
  5. Gelas berisi air 3/4 bagiannya

Langkah-langkah :
  1. Potonglah sedotan menjadi dua bagian sama panjang.
  2. Sumbatlah salah satu ujung sedotan dengan tanah liat.
  3. Tuangkan garam sedikit ke dalam sedotan tersebut, untuk memberatinya. Tinggi garam dalam sedotan dibuat kira-kira 1 cm.
  4. Peganglah sedotan ke arah cahaya terang untuk melihat permukaan garam.
  5. Dengan perlahan dan hati-hati, masukkan hidrometer buatanmu ke dalam gelas yang berisi air. Sedotan harus terapung dan tegak, serta tidak menyentuh dasar gelas.
  6. Bila sedotan tidak melayang/terapung dan tegak dalam air, aturlah jumlah garam dalam sedotan atau air dalam gelas, sampai sedotan melayang tegak di dalam gelas.


Sumber : Percobaan Kimia Sederhana

Minggu, 09 Januari 2011

Pasrah pada Tuhan atau Pasrah pada Realitas ?

Bila dicermati, pasrah pada Tuhan ini punya pengertian aktif, kuat dan progresif. Tapi sayangnya, istilah ini kerap kita praktekkan dalam bentuk yang keliru. Kalau kita sedang menghadapi masalah kemudian kita malas berpikir untuk menemukan solusi atau malas melakukan aksi yang diminta oleh masalah itu, biasanya yang paling gampang kita ucapkan adalah : "pasrahkan saja pada Tuhan".

Pasrah pada Tuhan artinya kita bersedia menjalankan perintah dan bersedia menjauhi larangan. Pasrah dalam pengertian seperti ini berbeda dengan pasrah pada realitas. Pasrah pada Tuhan berbeda dengan pasrah pada kenyataan. Kalau kita sedang menghadapi masalah, maka yang diperintahkan Tuhan adalah mengubahnya atau memperbaikinya. Kalau kita pasrah dengan cara tidak melakukan apa-apa, ini namanya bukan pasrah pada Tuhan tapi pasrah pada kenyataan.

Orang Lain Penting Dalam Kehidupan Kita ??

Mengapa orang lain penting dalam hidup kita ? ada beberapa alasan yang saya temukan dari sebuah buku yang saya baca. Dan menurut saya ini boleh kita perhatikan.
  1. Orang lain dapat menginspirasi kita
  2. Orang lain dapat membuka pikiran kita
  3. Orang lain dapat memberikan dorongan kepada kita
  4. Orang lain dapat menyadarkan kita