Hello

Hi...
It's nice to "meet" you here.
Meet by my post as a blog writer and you all as a reader.
Hope you enjoy with my post, I know it's not really important maybe for some people or many people. But it's my blog, my life, and enjoy it. I just share some piece of my life here, or maybe share some information that I want to show on my blog.
Thank you..
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2011

Sifat Unsur Gas Mulia (Golongan VIII A)

Gas Mulia adalah nama untuk unsur-unsur golongan VIII A
Di sebut Gas Mulia karena unsur-unsur ini sangat stabil (sangat sukar bereaksi).

Mengapa titik leleh dan titik didih gas mulia sangat rendah ?
Gas mulia terdapat sebagai molekul monoatomik . Gaya tarik menarik antar molekulnya hanyalah gaya London (gaya dispersi) yang lemah. Oleh karena itu, gas mulia hanya akan mencair dan menjadi padat jika energi molekul-molekulnya menjadi sangat dilemahkan, yaitu pada suhu yang sangat rendah. Maka gas mulia memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat rendah.

Mengapa pula titik leleh dan titik didih gas mulia meningkat dari atas ke bawah ?
Dari atas ke bawah, seiring bertambahnya massa atom relatif, gaya dispersi semakin besar dan titik leleh serta titik didihnya juga meningkat.

Unsur gas mulia yang paling ringan adalah Helium (He).

Mengapa gas mulia tidak reaktif ?
Karena keadaan orbitalnya yang terisi penuh memberi arti unsur gas mulia stabil. Dan sukar untuk bereaksi. Maka gas mulia tidak reaktif.

Bagaimana hubungan kereaktifan gas mulia dengan jari-jari atomnya ?
Kereaktifan gas mulia bertambah besar sesuai dengan pertambahan jari-jari atomnya, yaitu dari atas ke bawah.

Gas mulia hanya bereaksi dengan oksidator kuat tetapi tidak dengan reduktor kuat. Mengapa ?
Karena, dilihat dari kereaktifannya dan kecenderungan berpasangan dengan oksidator kuat serta sulit untuk menarik atau melepaskan elektron.   
   

Minggu, 20 November 2011

Kegunaan Gas Mulia

Manfaat gas mulia dalam kehidupan sehari-hari :
  • Helium digunakan sebagai pengisi balon gas
  • Neon digunakan untuk pengisi lampu dan memberikan warna merah yang terang
  • Argon digunakan untuk pengelasan logam
  • Kripton dan Xenon digunakan untuk pengisi lampu iklan yang berwarna-warni
  • Campuran 10 % Xe, 89 % Ar, dan 1 % F2 digunakan sebagai lampu emisi untuk menghasilkan sinar laser

Kamis, 20 Oktober 2011

Alkuna

Rumus umum senyawa alkuna adalah CnH2n-2
Sifat ikatannya jenuh (rangkap tiga).
Memiliki sifat fisika, yaitu semakin tinggi rantai karbon, maka semakin tinggi pula titik didihnya.
Dan memiliki sifat kimia, yaitu mempunyai reaksi khusus seperti pada alkena yakni adisi, polimerasi, dan hidrohalogenasi.

Sumber : SKS Kimia

Jumat, 23 September 2011

Alkena

Alkena memiliki rumus umum CnH2n. Jenis atau sifat ikatannya yaitu ikatan rangkap dua bersifat jenuh.
Sifat fisika alkena :
  • Wujud zat tergantung jumlah rantai karbon
  • Memiliki kadar karbon lebih tinggi dibandingkan senyawa lain
Sifat kimia alkena :
  • Terjadi reaksi-reaksi khusus dibandingkan Alkana
  • Terjadi reaksi Adisi
  • Terjadi reaksi Halogenasi
  • Terjadi reaksi polimerasi
Sumber : SKS Kimia

Senin, 05 September 2011

Alkana

Alkana adalah senyawa kimia yang memiliki rumus umum CnH2n+2 . Jenis ikatannya merupakan ikatan tunggal dan bersifat tidak jenuh.
Alkana memiliki sifat fisika, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Sukar larut dalam air
  • Wujud zat tergantung jumlah rantai karbon yang dimiliki
  • Semakin panjang rantai karbon, maka titik didihnya semakin tinggi
Alkana pun memiliki sifat kimia, beberapa diantaranya adalah :
  • Dapat bereaksi dengan baik dengan oksigen menghasilkan CO2 dan H2O
  • Dapat bereaksi dengan unsur halogen dengan substitusi oleh atom H dengan satu atom halogen


Sumber : SKS Kimia

Senin, 22 Agustus 2011

Unsur Golongan VIII A (Gas Mulia)

Sifat-sifat unsur golongan VIII A (He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn) adalah sebagai berikut :
  • Bersifat stabil dan umumnya dikenal dengan nama gas mulia
  • Terdapat bebas di udara kecuali Rn yang terbentuk dari peluruhan radioaktif Ra
  • Didapat dari destilasi cair udara kecuali Rn
  • Umumnya berbentuk gas pada suhu kamar dan segera mendidih sedikit di atas titik kritisnya
  • Titik didih dan titik leleh hanya berbeda sedikit saja karena gaya tarik antar molekulnya yang rendah
  • Kereaktifan gas mulia merupakan yang paling rendah
  • Kereaktifan gas mulia bertambah dengan bertambahnya jari-jari atom
  • Dapat membentuk senyawa dengan unsur halogen seperti XeF4
Sumber : SKS Kimia

Jumat, 19 Agustus 2011

Eksperimen Miniatur Gunung Merapi

Eksperimen ini mudah dan menarik. Silahkan mencoba..
Alat dan bahan : 
  • Detergen
  • Soda bubuk
  • Perwarna makanan ( berwarna merah )
  • Cuka
  • Pasir
  • Tabung reaksi
  • Alas ( wadah kecil )


Langkah kerja :
  1. Masukkan pasir ke dalam wadah lalu di bentuk menyerupai gunung, dan bagian tengah pasir diberi tabung reaksi.
  2. Masukkan detergen, pewarna makanan, dan soda bubuk ke dalam tabung reaksi.
  3. Setelah selesai, masukkan cuka ke dalam tabung reaksi, maka semua bahan yang ada dalam tabung reaksi akan bereaksi menyerupai letusan gunung merapi.

Sumber : KIR Ibnu Sina

Minggu, 07 Agustus 2011

Unsur Golongan VII A

Sifat-sifat unsur golongan VII A (F, Cl, Br, I, At) adalah sebagai berikut :
  • Umumnya tidak terdapat dalam unsur bebas di alam karena sifat yang sangat reaktif
  • Kecuali At (bersifat radioaktif), membentuk senyawa unsur diatomik X2
  • Membentuk ion X(pangkat negatif) dengan kecenderungan semakin ke bawah semakin sulit terbentuk
  • Reaktivitas dengan senyawa lain untuk membentuk senyawa halida semakin ke bawah semakin berkurang
  • Kecuali Flour, dapat larut dalam air dengan tersolvasi. Flour bereaksi sempurna dalam air membentuk HF
  • Makin ke bawah stabilitas HX makin menurun
  • Kecuali HF, semua HX bersifat asam kuat
  • Kecuali F, dapat membentuk asam oksi yang stabil
  • Kekuatan reduktor adalah HF < HCl < HBr < HI
  • Urutan titik didih adalah HCl < HBr < HI < HF

Senin, 01 Agustus 2011

Unsur Golongan VI A

Sifat-sifat unsur yang masuk pada golongan VI A (O, S, Se, Te, Po) adalah sebagai berikut :
  • Dapat membentuk anion X2- dengan kecenderungan semakin ke bawah semakin sulit.
  • Kecuali O, dapat membentuk ikatan tetravalen atau heksavalen.
  • Dapat berikatan dengan F dengan membentuk XF6 dengan kecenderungan semakin ke bawah semakin sulit.
  • Dapat membentuk asam lemah dengan berikatan dengan hidrogen dengan kecenderungan semakin ke bawah semakin kuat.
  • Kecuali H2O, senyawa H2X bersifat racun dan berbau tak sedap.
  • Kecuali Te2O, senyawa H2X larut dalam air.

Sumber : SKS Kimia

Minggu, 03 Juli 2011

Unsur Golongan V A

Sifat-sifat yang terletak pada golongan V A (N, P, As, Sb, Bi) adalah sebagai berikut :
  • Energi ionisasi sangat tinggi, sehingga sukar untuk membentuk kation
  • Oksida Sb membentuk oksida amfoter, sedangkan N, P, As membentuk oksida asam dan Bi membentuk oksida basa
  • Kecuali N, dapat mempunyai bilangan oksidasi 6
  • As dan Sb berbentuk unsur metaloid
  • Dapat membentuk senyawa hidrida yang makin menurun kestabilannya
  • Kecuali N, dapat bertindak sebagai konduktor listrik
  • Di alam terdapat bebas dalam bentuk mineral seperti Apait Ca5(PO4)3 OH, Orpiment As2S3, Stibnit Sb2S3, Bismuthinite Bi2S3
Sumber : SKS Kimia

Minggu, 26 Juni 2011

Unsur Golongan IV A

Sifat-sifat unsur yang terletak pada golongan IV A (C, Si, Ge, Sn, Pb) adalah sebagai berikut :
  • Kecuali Karbon, umumnya tidak terdapat di alam dalam bentuk bebas
  • Makin ke bawah makin elektropositif
  • Dapat membentuk senyawa amfoter yakni dengan membentuk oksida Sn(IV) dan oksida Pb(IV)
  • Dapat membentuk senyawa kompleks dengan bilangan oksidasi sampai 6
  • Kecuali Karbon, dapat bereaksi dengan basa
  • Kecuali Pb, dapat membentuk senyawa dioksida bila direaksikan dengan udara
  • Kecuali C dan Si, dapat bereaksi Halogen
Sumber : SKS Kimia

Kamis, 16 Juni 2011

Unsur Golongan III A

Sifat-sifat unsur golongan yang terletak pada golongan III A (B, Al, Ga, In, Ti) adalah sebagai berikut :
  • Memiliki energi ionisasi yang merendah semakin ke bawah namun kembali naik pada unsur Ti
  • Memiliki jari-jari atom yang semakin tinggi semakin ke bawah
  • Sifat logam semakin tinggi semakin ke bawah
  • Boron secara alami tidak reaktif kecuali pada temperatur tinggi, sedangkan Alumunium sangat reaktif
  • Membentuk ikatan kovalen dengan unsur halogen (Cl, Br, F) dan mempunyai titik didih yang rendah (bersifat volatil)
  • Dapat membentuk senyawa kompleks hidrat

Sumber : SKS Kimia 

Sabtu, 11 Juni 2011

Unsur Golongan Alkali Tanah (Golongan II A)

Unsur-unsur yang terletak di golongan II A (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) akan memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
  • Memiliki energi ionisasi yang rendah meskipun tidak serendah golongan I A
  • Sangat reaktif meskipun tidak sereaktif golongan I A
  • Merupakan pereduksi yang kuat meskipun tidak sekuat golongan I A
  • Reaksi dengan air berlangsung lambat
  • Memiliki titik lebur cukup tinggi bila dibandingkan dengan golongan I A karena memiliki ikatan logam yang lebih kuat
  • Kelarutan basa golongan II A semakin ke bawah semakin besar
  • Kelarutan senyawa sulfat golongan II A makin ke bawah makin kecil
  • Pembakaran unsur golongan II A menghasilkan nyala api yang beragam yakni Ca (jingga merah), Sr (merah bata), Ba (hijau)
Sumber : SKS Kimia

Minggu, 10 April 2011

Unsur Golongan Alkali ( I A )

Unsur-unsur yang terletak di golongan I A (Li, Na, K, Rb, Cs, Fr) akan memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
  • Jari-jari atom semakin ke bawah semakin besar
  • Memiliki energi ionisasi yang rendah, tapi memiliki afinitas elektron yang tinggi bila dibandingkan dengan unsur-unsur seperiode
  • Reaktivitas dengan udara tinggi sehingga tidak terdapat dalam keadaan bebas di alam (membentuk ikatan senyawa)
  • Reaktivitas dengan air sangat tinggi
  • Dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida
  • Kelarutan garam alkali dalam air tinggi
  • Pengukuran daya hantar listrik dalam air mengikuti pola berikut : Cs+ > Rb+ > K+ > Na+ > Li+
  • Didapat dengan mengelektrolisis garam halidanya
  • LiOH sedikit larut dalam air
  • NaOH dan KOH berbentuk kristal putih dengan titik lebur berturut-turut 318 derajat C dan 380 derajat C
  • NaOH sangat korosif

Sumber : SKS Kimia

Kamis, 24 Februari 2011

Kertas Lakmus

Alat dan bahan :
  1. 2 lembar lakmus arbei buatan sendiri
  2. 2 wadah kecil, salah satunya tertutup
  3. 3 sendok makan sabun cair
  4. 1/2 cangkir air
  5. 1/4 cangkir cuka
  6. kertas dan pensil
  7. beberapa lembar koran bekas
Langkah-langkah :
  1. Masukkan air dan sabun cair ke dalam wadah yang tertutup
  2. Pasanglah tutupnya lalu kocok supaya air dan sabun tercampur dengan baik
  3. Masukkan cuka ke dalam wadah lain
  4. Celupkan lembar-lembar lakmus ke dalam kedua larutan
  5. Perkirakan atau tebak, apakah perubahan warna akan menunjukan apakah suatu larutan itu asam atau bersifat basa
  6. Tulislah kedua larutan (sabun cair dan cuka) lalu catatlah jawabanmu
  7. Keringkan lembar-lembar lakmus pada kertas koran (kira-kira 5 menit)
  8. Berikan tanda ke dalam larutan apa masing-masing dicelupkan serta perubahan warna yang diamati. Apakah terkaanmu benar ?
Apa yang terjadi ?
Lakmus yang dicelupkan ke dalam cuka mengandung banyak warna merah. Lakmus yang dicelupkan ke dalam larutan sabun mengandung banyak warna biru.


Sumber : Percobaan Kimia

Rabu, 23 Februari 2011

Membuat Sendiri Kertas Lakmus

Alat dan Bahan :
  1. 1/2 cangkir buah arbei
  2. Pita-pita kertas dari karton putih
  3. Mangkuk kecil
  4. Garpu
  5. Air
  6. Sendok teh
  7. Serbet kertas atau tisu

Langkah-langkah :
  1. Buanglah tangkai buah arbei
  2. Tempatkan buah arbei dalam mangkuk
  3. Hancurkan buah arbei dengan garpu sampai menyerupai selain
  4. Tambahkan sedikit air untuk mengencerkan sari buah tersebut
  5. Celupkan pita kertas ke dalam jus arbei
  6. Gunakan sendok untuk meratakan lapisan jus pada permukaan karton
  7. Selipkan pita di antara ibu jari dan telunjuk, lalu tarik untuk membuang bubur arbei yang berlebihan
  8. Taruhlah pita-pita itu pada serbet kertas hingga kering
  9. Setelah kering, lepaskan butir-butir besar bubur atau kulit buah arbei yang menempel pada karton bekas
  10. Dan lakmus sudah siap digunakan

Sumber : Buku Percobaan Kimia Sederhana

Bagaimana Membuat Hidrometer ?

Hidrometer adalah alat untuk menunjukkan kerapatan atau berat jenis air dibandingkan dengan larutan lain. Dengan bahan-bahan sederhana, kamu dapat membuatnya sendiri. Akan tetapi, kamu harus bersabar, karena diperlukan beberapa pengujian supaya alat yang kamu buat terapung dengan benar.

Alat dan Bahan :
  1. Sedotan
  2. Garam
  3. Gunting
  4. Segumpal kecil tanah liat
  5. Gelas berisi air 3/4 bagiannya

Langkah-langkah :
  1. Potonglah sedotan menjadi dua bagian sama panjang.
  2. Sumbatlah salah satu ujung sedotan dengan tanah liat.
  3. Tuangkan garam sedikit ke dalam sedotan tersebut, untuk memberatinya. Tinggi garam dalam sedotan dibuat kira-kira 1 cm.
  4. Peganglah sedotan ke arah cahaya terang untuk melihat permukaan garam.
  5. Dengan perlahan dan hati-hati, masukkan hidrometer buatanmu ke dalam gelas yang berisi air. Sedotan harus terapung dan tegak, serta tidak menyentuh dasar gelas.
  6. Bila sedotan tidak melayang/terapung dan tegak dalam air, aturlah jumlah garam dalam sedotan atau air dalam gelas, sampai sedotan melayang tegak di dalam gelas.


Sumber : Percobaan Kimia Sederhana

Sabtu, 20 November 2010

Tabel Periodik Unsur

Sistem Periodik Unsur

Dalam sistem periodik terdapat :
1.      Golongan ( lajur vertical )
2.      Perioda ( lajur horizontal )
Beberapa golongan diberi nama khusus, misalnya :
·        Golongan IA disebut golongan Al Kali
·        Golongan IIA disbut golongan Al Kali Tanah
·        Golongan VIA disebut golongan Khalkogen
·        Golongan VIIA disebut golongan Halogen
·        Golongan VIIIA disebut golongan Gas Mulia

Cara menentukan golongan dan perioda tanpa melihat tabel Sistem Periodik Unsur adalah dengan menggunakan rumus :
Golongan = Jumlah elektron terluar
Perioda = Jumlah nomor kulit

Contoh :
Unsur
Kulit (nomor kulit)
K
L
M
N
O
11Na
2
8
1


16S
2
8
6


20Ca
2
8
8
2


Dalam tabel,
unsur 11Na termasuk golongan IA karena jumlah elektron terakhir adalah bernilai 1, dan periodanya adalah 3 karena elektron berhenti pada kulit ke 3 yaitu kulit M.
unsur 16S termasuk golongan VIA karena jumlah elektron terakhir adalah bernilai 6, dan periodanya adalah 3 karena elektron berhenti pada kulit ke 3 yaitu kulit M.
unsur 20Ca termasuk golongan IIA karena jumlah elektron terakhir adalah bernilai 2, dan periodanya adalah 4 karena elektron berhenti pada kulit ke 4 yaitu kulit N.


Konfigurasi Elektron

Nomor Kulit
Nama Kulit
Elektron Maximum
n = 1
K
2
n = 2
L
8
n = 3
M
18
n = 4
N
32
n = 5
O
50

Data tabel diatas dapat ditentukan dengan rumus 2n2.

Contoh :
Unsur
K
L
M
N
O
11Na
2
8
1


16S
2
8
6


20Ca
2
8
8
2